KOBER Road To Campus

Rabu, Januari 22, 2014 Alexander GB 0 Comments


KoBER pentaskan "Pada Suatu Hari"-nya Arifin C. Noer keliling Kampus



Melalui event KOBER Road To Campus, kelompok teater Komunitas Berkat Yakin (Kober) menggelar pentas teater ke sejumlah kampus di Lampung, 10 — 26 Januari 2014.

Pementasan perdana dilaksanakan di Aula Ushuludin IAIN Raden Intan Bandar Lampung bekerjasama dengan UKM-SBI IAIN Raden Intan pada hari Jumat, 10 Januari 2014, Pementasan ke II di Universitas Lampung bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Unila pada tanggal 17 Januari 2014, lalu dilanjutkan di Universitas Muhammadiyah Metro (UMM) kerjasama dengan Teater Mentari UM Metro, pada tanggal 19 Januari 2014. KoBER road to campus akan diakhiri di UMITRA pada hari Minggu, tanggal 26 Januari 2014 bekerjasam dengan UKM Seni dan Olahraga (SENIOR).

Pada Suatu hari adalah drama pendek Arifin C. Noer yang mengeksplorasi problem domestik-rumah tangga, secara cerdas, jenaka, dan tidak kehilangan unsur satirnya. Meski tampak sederhana, lakon ini sarat dengan konflik. Konflik dimulai lantaran tokoh lelaki (kakek) selalu menyimpan masa lalu yang tidak bisa disembunyikannya bahkan hingga tua. Demikian juga Nenek. Ia ingin mengenang masa-masa indah bersama suaminya. Sayang upaya mereka untuk bernostalgia kemudian rusak, dan konflik kemudian mengarah pada perceraian, yang juga melanda salah satu anaknya. 














 Untuk menggarap naskah ini, Kober mempercayakan kepada generasi baru: Yulizar Fadli. Pemimpin dan sutradara/pimpinan Kober, Ari Pahala Hutabarat, tetap mengawal proses produksi dengan menjadi penyelia. Ari didampingi Muhammad “Bob” Thantowi. Bob sengaja datang dari Aceh untuk memperkuat produksi Berkat Yakin kali ini.

Pemain yang terlibat antara lain Siti Marliah, Devin Nodestyo, Fitri Yani, Kiram Syaher, Riska Anisa, Sarif Hidayatullah, Manna Dayunarimi dan Alexander Gebe. Sementara Rahmad Saleh dipercaya sebagai penata artistik.

Penanggung jawab produksi, Iskandar GB, mengatakan pementasan keliling ini sebagai wujud komitmen KoBER dalam mendukung perkembangan teater di Lampung, sebentuk upaya membangkitkan gairah perteateran di lingkungan perguruan tinggi.

“Setiap pentas kami menggelar diskusi, sosialisasi proses yang ditempuh kober dan juga membuka ruang bagi penonton untuk menyampaikan pesan dan kesannya terhadap pertunjukan. Selanjutnya lakon ini akan kami pentaskan di UMITRA Lampung, pada tanggal 26 Januari 2014.” kata Iskandar GB.

”Kami sengaja mengangkat satu karya Arifin C. Noer, karena beliau salah satu maestro teater yang dimiliki Indonesia, sosok seniman yang tidak hanya dikenal sebagai dramawan tetapi juga seorang sineas terbaik Indonesia. Karya-karyanya yang luar biasa telah memberikan kontribusi perkembangan seni teater Indonesia. Melalui  naskah lakon yang ditulisnya, ia memperkenalkan ‘warna baru’ dalam bentuk pertunjukan yang selama ini kita kenal. Bila kita menyebut Teater Indonesia Modern, maka ia adalah salah seorang yang, bersama WS Rendra, Teguh Karya, dan belakangan Putu Wijaya, telah memelopori pembaruan teater di Indonesia.”

Di semua tempat, pementasan ini mendapat sambutan yang baik. Iswadi Pratama, Sutradara/Pimpinan Teater Satu, Tokoh teater yang dimiliki Lampung, pada sesi diskusi mengatakan, bahwa naskah-naskah Arifin, khususnya Pada Suatu Hari, adalah naskah yang meskipun mudah dipahami tetapi sulit untuk dimainkan karena perubahan-perubahan suasana/peristiwa di setiap adegannya sangat halus-halus. Selain itu, lakon ini juga diperkaya dengan kedalaman tema, penokohan, kokohnya struktur dramatik, irama dan bahasa yang sangat cermat. Saya gembira KoBER mengangkat lakon ini, memang masih ada beberapa catatan teknis bagi aktor (penokohan) tapi secara umum pertunjukan ini sudah berhasil, dan saya merekomendasikan agar nanti turut dengan Teater Satu untuk bersama-sama pentas keliling Sumatera.

Sementara Riffian A Chepy, Ketua Dewan Kesenian Metro, juga mengungkapkan hal yang sama. Bahwa pertunjukan ini secara umum telah dengan baik dipentaskan oleh KoBER. Ia menggaris bawahi, bahwa lakon-lakon seperti inilah yang mestinya digarap oleh pelaku teater di Metro, bahwa naskah realis jika digarap dengan tepat juga sangat menarik bagi penonton. Apalagi lakon-lakon karya Arifin C Noer, selain secara bahasa dan ceritanya lebih mudah dipahami, juga mempunyai aspek pendidikan, reflektif, jenaka-satir, dan bisa dipentaskan dimana saja.”


 

0 comments: